Semua berawal dari dompet...
Barang yang satu ini memang harus sering diperiksa, pastikan si dompet ada di
saku belakang celana anda. Jangan sampai dia ketinggalan di rumah atau
mungkin malah sudah dicopet orang. Pemeriksaan berikutnya adalah isinya, masih
penuh atau sudah mulai kosong?
Tambah terus isi dompet anda
Kalau isi dompet sudah berkurang, adalah tugas anda untuk mengisinya. Pergilah
ke ATM atau cari pinjaman teman. Bila ATM juga kosong dan teman sudah bosan
kasih pinjaman? Usaha dong, cari tuh duit. Nenek-nenek juga tau...
Cari duit di sumber alternatip
Cari duit di sumber duit. Kerja lembur untuk yang masih bisa lembur, atau ngojek
untuk yang punya motor. Bisa juga anda sewakan mobil sendiri, jangan mobil
teman atau mobil kantor. Kalau terpaksa nyopet, tapi harus siap digebukin orang.
Yang lebih baik, dagang aja, yang penting punya keberanian.
All rights reserved.
Dompet Harus Berisi Duit
Alternatip sumber duit terakhir
Kalau semua alternatip sudah dicoba dan nggak berhasil, atau tepatnya sudah
dipikirkan dan akhirnya tidak ada yang dilakukan, maka carilah duit di sumber duit
alternatip yang terakhir... internet. Cara ini benar-benar terakhir karena memang
munculnya belakangan. Coba tanya kakek anda, apakah dia pernah cari duit di
internet?
Berakhir di dompet lagi
Cara terakhir ini harus dilakukan dengan benar dan berhati-hati. Bukan karena
tidak ada alternatip lain, tapi karena cara ini masih baru dan belum banyak orang
yang tahu. Kalau anda salah langkah maka tujuan anda menambah isi dompet
bisa gagal, dan lebih buruk lagi justru menguras isi dompet anda.
Pelajari Sumber Duit
Pelajari dengan seksama
Banyak penawaran bisnis di internet. Mulai dari yang hasilnya ribuan rupiah
sampai yang menjanjikan milyaran rupiah. Ada yang mengharuskan anda bekerja
keras, tapi paling banyak justru menjanjikan anda cukup goyang-goyang kaki
santai dan duit datang.

Hati-hati, plajari dengan seksama. Jangan terbujuk dengan janji dapat uang
banyak tanpa kerja. Kalau janji itu benar, pasti sudah tidak ada lagi karyawan yang
mau ngantor. Kenapa? Ngapain ngantor, kalo tanpa kerja bisa dapat uang banyak.

Dasar pemalas! Bukan malas, tapi logis. Wajar dong, kalau orang pilih yang lebih
enak dan lebih gampang.
Bedakan logika dari emosi
Keputusan memang harus menggunakan pemikiran logis, bukannya hanya
perasaan atau emosi belaka. Pilihan orang untuk tidak bekerja tetapi
menghasilkan uang banyak adalah logis. Tetapi bahwa dia percaya pada janji
"dapat uang banyak tanpa kerja", itulah yang namanya emosional.

Banyak orang yang tidak bisa membedakan kapan harus logis dan kapan harus
emosional. Biasanya kalau sisi emosional sudah setuju maka sisi logika tidak
akan menolak. Wajar bukan, daripada si logika susah-susah mikir lagi, lebih enak
dan lebih gampang mengamini keputusan si emosi.
Ukur faktor resiko
Bila suatu penawaran bisnis secara logika bisa diterima dan secara emosional
hasilnya cukup menarik, maka langkah selanjutnya adalah mengukur faktor
resiko. Semua bisnis harus menghasilkan keuntungan dan juga pasti
mengandung resiko. Hukumnya, makin besar hasil maka makin besar resiko.

Ukurlah resiko penawaran bisnis tersebut, seberapa besar kemungkinan bisnis
tersebut gagal. Hitung juga berapa jumlah kerugian yang mungkin terjadi.
Kemudian bandingkan dengan kesanggupan anda untuk mennghadapi
kegagalan dan menanggung kerugian.
Hasil atas investasi anda
Jangan pernah berinvestasi kalau anda tahu dengan pasti bahwa investasi itu
tidak akan memberikan hasil. Sebaliknya, investasikan uang anda sebanyak
mungkin kalau anda tahu dengan pasti bahwa investasi itu hasilnya besar dan
pasti.

Sayangnya semua investasi selalu berada di antara kedua ekstrim itu. Tugas
investor adalah mencari tahu atau menduga-duga dimana sebenarnya posisi
investasinya berada. Buatlah estimasi hasil atas suatu investasi, bandingkan
dengan hasil yang anda harapkan. Kalau cocok lanjutkan, kalau tidak menarik cari
yang lain saja.
Tidak ada panen tanpa menanam benih
Saatnya menanam benih, tanamlah dengan segera. Menunda investasi berarti
menunda saat menuai hasil. Berapa yang harus anda tanam? Tergantung berapa
hasil yang anda harapkan.

Logika berlaku lagi, semakin banyak yang ditanam maka semakin banyak yang
dipanen. Hati-hati dengan emosi anda kalau ada yang menawarkan sebutir benih
padi yang dapat menghasilkan satu ton gabah.
Cari informasi lebih lanjut
Belajarlah dari orang lain yang sudah berhasil, pastikan keberhasilannya nyata
bukan fiktif. Belajarpun harus memilih dengan hati-hati.

Manakah yang akan anda pilih? Belajar dari orang yang dengan tulus
mengajarkan cara mendapatkan uang beberapa ribu rupiah, atau belajar dari
orang yang memungut sejumlah uang dari banyak orang untuk mendapatkan
ratusan juta rupiah.
Keputusan di tangan anda
Ada banyak sumber uang alternatip, ada beberapa level tingkat resiko, ada
sejumlah pilihan hasil investasi. Pilihlah yang sesuai dengan anda, gunakan
logika dan perasaan, keduanya, jangan hanya satu.

Apapun pilihan anda, ada dua hal yang tidak bisa dihindari, investasi dan kerja.
Kombinasikan keduanya, terserah anda mana yang akan lebih diutamakan.
Tanaman anda harus disiram dan dirawat
Tidak ada benih yang menghasilkan tanaman tanpa perawatan. Artinya, setelah
keluar modal anda tetap harus mengerjakan sesuatu, kecuali seseorang bekerja
untuk anda dan tentu hasilnya harus anda percayakan pada dia.

Benih yang tidak dirawat aka mati, yang dirawat ala kadarnya menghasilkan
sedikit. Sebaliknya benih dengan jumlah sedikit yang dirawat dengan sangat baik
bisa jadi menghasilkan lebih banyak daripada benih yang banyak tapi dengan
perawatan minim.
Perlakukan duit seperti benih
Review Sumber Duit